TEORI ORGANISASI UMUM 2 (TULISAN 1)


Mengutip Artikel atau Berita dan Mengomentarinya

Harga BBM Turun, Inflasi 2015 Bisa di Kisaran 3-5 Persen

Turunnya harga BBM akan bardampak baik bagi BI dalam mengendalikan inflasi

gubernur-bi-agus-martowardojo

BI meminta pemerintah dapat mengendalikan harga pangan strategis

Donang Wahyu | KATADATA

KATADATA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyambut baik kebijakan pemerintah yang membuat harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi turun. Turunnya harga BBM ini bisa berdampak cukup baik bagi inflasi tahun ini.

Kebijakan pemerintah mencabut subsidi BBM jenis premium dan pemberlakuan subsidi tetap pada BBM jenis solar membuat harga BBM tersebut turun. Harga premium turun dari Rp 8.500 per liter menjadi Rp 7.600 per liter, sedangkan solar turun dari Rp 7.500 menjadi Rp 7.250 per liter.

“Di tahun 2015 kami melihat pemerintah mengumumkan tentang penurunan harga BBM. Ini akan ada dampak bagus untuk kami bisa mengendaikan inflasi lebih jauh,” katanya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1).

Sebagaimana diketahui, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter pada November tahun lalu, membuat laju inflasi akhir tahun cukup tinggi. Badan Pusat Statistik menyebut inflasi Desember mencapai 2,46 persen, yang lebih besarnya disumbang oleh kenaikan harga BBM.

Tinggi inflasi Desember membuat laju inflasi sepanjang 2014 mencapai 8,36 persen. Lebih tinggi dibandingkan perkiraan BI yang menyebut inflasi Desember sebesar 2,1 persen – 2,2 persen dan inflasi tahun 2014 sekitar 8,1 persen – 8,2 persen.

Dengan turunnya harga minyak mulai 1 Januari 2015, Agus yakin inflasi tahun ini bisa terkendali di kisaran empat plus minus satu persen. Meski demikian, dia masih terus mencermati adanya kebijakan kenaikan harga gas elpiji dan listrik tahun ini. Kenaikan kedua komoditas tersebut juga akan mempengaruhi besarnya inflasi di 2015.

Selain itu, BI juga meminta pemerintah dapat mengendalikan harga pangan strategis. Kondisi cuaca yang sulit diprediksi dapat membuat masa panen, yang biasanya terjadi pada Maret atau April, menjadi mundur. Hal ini akan membuat harga pangan bisa meningkat. Tingginya inflasi tahun lalu tidak hanya dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM, tapi dipengaruhi juga oleh volatilitas harga makanan strategis.

Agus mengaku pihaknya sudah melakukan pertemuan dan akan terus berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk pengendalian inflasi ini. “Saya mengamati bahwa akan dilakukan koordinasi tidak hanya di tingkat pusat tetapi di daerah untuk mengendalikan ini, terutama pangan-pangan strategis.

Presiden Joko Widodo meyakini bahwa pencabutan subsidi premium dan subsidi tetap solar akan membuat perekonomian tahun ini lebih baik. “Harga Premium akan ikuti harga pasar. Itu akan lebih memudahkan kami melakukan kalkulasi dan menghitung APBN. Sehingga menambah optimisme untuk ekonomi 2015 akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Komentar dan Pendapat saya mengenai artikel di atas adalah :

               Dari artikel diatas, dapat diketahui bahwa kenaikan harga BBM mempengaruhi inflansi di akhir tahun 2014 dan turunnya harga bbm mempengaruhi inflansi tahun 2015 dalam kisaran 3 – 5 persen.

Tinggi inflasi Desember membuat laju inflasi sepanjang 2014 mencapai 8,36 persen. Lebih tinggi dibandingkan perkiraan BI yang menyebut inflasi Desember sebesar 2,1 persen – 2,2 persen dan inflasi tahun 2014 sekitar 8,1 persen – 8,2 persen.

Dengan turunnya harga minyak mulai 1 Januari 2015, Agus yakin inflasi tahun ini bisa terkendali di kisaran empat plus minus satu persen. Meski demikian, dia masih terus mencermati adanya kebijakan kenaikan harga gas elpiji dan listrik tahun ini. Kenaikan kedua komoditas tersebut juga akan mempengaruhi besarnya inflasi di 2015.

Berdasarkan kutipan artikel diatas, turunnya harga minyak akan mempengaruhi inflansi tahun 2015 terkendali. Meskipun demikian, kenaikan harga gas elpiji dan listrik akan mempengaruhi besarnya inflansi di tahun 2015. Tidak hanya itu BI sudah memberitahukan pemerintah, untuk mengendalikan harga kebutuhan banhan pangan juga dapat mempengaruhi kenaikan inflansi dikarenakan kondisi cuaca yang sulit diprediksi.

Seharusnya pemerintah lebih waspada untuk lebih meningkatkan kebutuhan bahan pangan, gas elpiji dan listrik yang meningkat tiap tahun agar inflansi besar-besaran tidak terjadi. Cuaca yang ekstrim dan sulit di prediksi harus lebih diperhatikan badan BMKG agar tidak adanya pemberitahuan dadakan cuaca yang bisa menghambat kebutuhan pokok tahun 2015. Persiapan yang matang untuk menyediakan pasokan bahan pangan, gas elpiji dan listrik bagi masyarakat harus dipertimbangkan pemerintah agar tidak mengakibatkan kenaikan harga kebutuhan pangan yang mempengaruhi inflansi di tahun 2015. Pemerintah harus mengantisipasi hal tersebut agar tidak mengakibatkan inflansi besar-besaran yang dapat menjadi turunnya nilai rupiah yang sudah di singgung oleh BI.

Editor: 

Safrezi Fitra

Sumber :

http://katadata.co.id/berita/2015/01/02/harga-bbm-turun-inflasi-2015-bisa-di-kisaran-3-5-persen

http://finance.detik.com/read/2014/09/25/193025/2701527/6/apa-penyebab-rupiah-terus-melemah

Iklan

Penulis:

someone who loved fanfiction and i'm author l created something amazing from writting and image my bias l DRAGON'S , V.I.P , EXOTICS SHINERS , BaekYeol shipper :*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s